Politik Tebar Gossip

Karikatur "nakal" yang dimuat di harian Jawa Pos

Saat jam pelajaran kosong, tiba-tiba seorang teman bertanya kepada saya, “Menurutmu, ada yang aneh nggak sama penangkapan teroris akhir-akhir ini?”. Agak heran juga saya dengan pertanyaannya. Saya pun menjawab, “Nggak, emang kenapa?”. “Menurutmu ini nggak cuma buat nutup-nutupi kasus Century?”. Dengan agak tersentak saya menanggapi, “Ya nggaklah!”

Mungkin sebagian orang seperti teman saya tadi agak terlalu sensitif dengan isu-isu yang berkembang belakangan, jadinya suka mengait-ngaitkan satu hal dengan hal yang lain. Bagi saya pribadi, antara penangkapan teroris dengan kasus Century ini sangat tidak berhubungan. Sangat irrasional dan picik bahwa hal besar seperti penangkapan teroris hanya bertujuan untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus politik (atau kasus pidana yang terpolitisasi) seperti kasus Bank Century. Tentu saja berbagai hal penyergapan ini dipersiapkan dengan baik sejak jauh-jauh hari, bukannya waktu kasus Century sedang memanas, baru ada perintah turun untuk mengadakan penyergapan.

Memang saya beranggapan bahwa dua kasus yang saya sebutkan sebelumnya tidak saling terkait, tapi saya tidak dapat memungkiri bahwa penyergapan teroris ini berimbas pada kasus Century. Paling tidak, sebagian besar perhatian publik dan media mulai teralih pada berita penyergapan ini. Meskipun demikian, toh penyelidikan kasus pidana korupsi Century tetap bergulir di KPK.

Bisa jadi, sensitivitas publik terhadap berbagai macam isu yang berkembang ini dipicu oleh kondisi politik di negara kita yang sering memunculkan apa yang saya sebut dengan “politik tebar gossip”. Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam dunia perpolitikan kita ada berbagai macam kubu yang mewakili golongan-golongan tertentu. Dan seringkali kepentingan golongan-golongan inilah yang diperjuangkan oleh para praktisi politik. Contoh yang paling nyata adalah pansus kemarin. Katanya mau mencari fakta dan kebenaran, tapi ujung-ujungnya semua bisa diatur lewat lobi-lobi dan akhirnya malah balik lagi ke urusan partai dan fraksi. Begitu berpengaruhnya berbagai macam kepentingan inilah yang pada akhirnya sering  menimbulkan konflik. Bentuknya? Ya tebar gossip tadi. Macam-macam isu miring dihembuskan untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu. Membalasnya? Ya lewat isu tandingan. Yang baru-baru ini tentunya isu reshuffle kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 yang mengorbankan menteri keuangan Sri Mulyani yang dilawan oleh isu pencekalan pengemplang pajak yang membawa-bawa nama Aburizal Bakrie.

Satu hal inilah yang justru menjadi masalah penting bagi bangsa ini. Bayangkan, berbagai macam keputusan & kebijakan penting yang menyangkut hasrat hidup rakyat Indonesia muncul dari dunia politik. Lalu bagaimana kalau pada akhirnya kepentingan partai muncul dan mengungguli segalanya, bahkan kepentingan bangsa dan negara?(*)

Iklan
Politik Tebar Gossip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s