The Password

Dalam Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa Lima (LDKMS V) 2008 yang saya ikuti, ada kegiatan jelajah hutan yang diadakan dua kali, siang dan malam. Dalam perjalanan, ada beberapa pos yang memiliki nama dan kegiatan tersendiri. Untuk bisa mengikuti kegiatan di pos tersebut, peserta harus bisa menyebutkan password yang dibacakan di pos sebelumnya.

Sebenarnya, adanya password tersebut dimaksudkan agar peserta bisa fokus selama perjalanan. Caranya, ya menghapalkan password itu supaya pikiran tidak kosong. Meskipun tujuannya demikian, password tersebut tidak dibuat asal-asalan. Bentuknya berupa kalimat panjang yang bermakna.

Berikut saya bagikan password tersebut. Sayang saya sudah agak lupa dengan beberapa nama posnya.

Password utama

Jika kamu bisa menjaga hati, ketika semua yang kamu punya menghilang dan semua orang menyalahkanmu; jika kamu bisa percaya terhadap dirimu sendiri disaat semua orang meragukanmu dan memberi kelonggaran pada keraguan mereka; jika kamu dapat bermimpi tanpa membuatnya jadi raja; jika kamu bertemu dengan kemenangan dan bencana dan memperlakukan mereka dengan sama, maka untukmu adalah dunia dan semua yang ada di dalamnya. Dan selebihnya kamu akan menjadi seorang manusia.

Definisi konvensional dari manajemen adalah berhasil menyelesaikan pekerjaan melalui organisasi-organisasi. Tapi, makna sesungguhnya adalah mengembangkan manusia melalui pekerjaan.

Tidak diragukan lagi bahwa kreativitas adalah sumber daya manusia yang paling penting. Tanpanya, tidak ada kemajuan dan selamanya mengulang hal yang sama.

Disepanjang kehidupan, manusia akan membuat kamu marah, tidak menghargaimu, dan memperlakukanmu dengan buruk. Biarkan Tuhan yang membalasnya karena kebencian akan menghancurkanmu.

Pos Games

Hal yang paling penting dalam sebuah permainan adalah bukan kemenangan, tapi menjadi bagian dari permainan. Hal yang paling penting dalam kehidupan adalah bukan penaklukan, tapi pertarungan.

Pos Inteligensi

Aku lebih baik memiliki banyak orang yang menganggap aku bodoh, tapi aku dapat mengejutkan mereka, daripada memiliki banyak orang yang menganggap aku pintar, tapi aku mengecewakannya.

Aku telah belajar bahwa butuh bertahun-tahun untuk membangkitkan kepercayaan dan hanya membutuhkan sedikit kecurigaan, bukan bukti, untuk mengancurkannya.

Disaat pohon terakhir tumbang; disaat sungai terakhir tercemar; disaat tidak ada lagi udara untuk bernapas, disaat itulah manusia sadar bahwa mereka tidak dapat memakan uang.(*)

Iklan
The Password

4 pemikiran pada “The Password

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s