100 Kata Versi Saya

Jago Monopoli

Adikku jago sekali bermain monopoli. Ia selalu mengalahkanku. Bahkan di dunia nyata sekalipun. Tak ada barangku yang bukan miliknya.

Kadang-kadang aku merasa jengkel juga. Pernah suatu ketika aku marah dan memukulnya saat ia berusaha merebut pulpen baru hadiah ranking pertama dari guruku. Bukannya kapok, ia malah memukul balik lalu berpura-pura menangis dan melapor pada ibu. Ah, dia kan anak bungsu. Jelas ibu menyalahkanku.

Sejak itu ia terus memonopoliku, termasuk soal warisan. Aku pun tak dapat berbuat apa-apa. Mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa berbaring kaku di peti ini. Sedang ia pura-pura sedih melihatku mati karena racun tikus yang ia beri.

——————————–

Ibuku Si Tukang Cerita

Ibuku seorang tukang cerita yang hebat.

Beliau suka bercerita tentang bapak yang tidak pernah memberinya uang belanja; tentang bapak yang suka memukulinya bila ia mengeluh tentang uang sekolahku; tentang bapak yang suka meminta uang hasil kerja lemburnya; tentang bapak yang ini, tentang bapak yang itu. Semua tentang bapak, semua kisah sedih.

Sejak minggu lalu, diam-diam kurekam setiap cerita ibu padaku. Kemudian, kudengar dan kutulis lagi yang rapi. Kukirim tulisanku itu pada penerbit. Ternyata mereka menyukainya! Lalu mereka menyuruhku untuk mengirim lebih banyak cerita lagi dan berjanji akan membukukannya.

Sayang, ibuku tidak bisa bercerita lagi. Hari ini sidang cerainya yang pertama.(*)

Iklan
100 Kata Versi Saya

2 pemikiran pada “100 Kata Versi Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s