100 Kata: Telepon

Telepon

“Aku kangeeen…”

“…”

“Ketemuan yuk?”

“Nggak bisa. Kita udah nggak usah ketemuan lagi seterusnya. Kamu nggak usah telepon-telepon aku lagi. Pokoknya kita nggak usah berhubungan lagi.”

“Lho, kenapa tiba-tiba?”

Tut… tut… tut…

Aku tertegun. Memang sih aku pergi dua minggu tanpa menghubunginya sama sekali, tapi aku kan sudah bilang sebelumnya kalau di tempat dinasku memang tidak ada sinyal. Waktu itu dia juga sudah mau mengerti.

Aku masih belum bisa terima. Kuhubungi nomor hapenya. Sial, tidak diangkat. Kucoba hubungi nomor rumahnya.

“Halo. Bisa bicara dengan Lita?”

“Hah, siapa ini?! Jangan main-main ya! Lita sudah meninggal seminggu yang lalu.”

Tut… tut… tut…

Iklan
100 Kata: Telepon

Satu pemikiran pada “100 Kata: Telepon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s