Saya, Malam Tahun Baru, dan Bioskop Trans TV

Tidak terasa ya sudah akhir tahun saja. Tidak terasa tahun 2010 telah sampai di penghujungnya dan 2011 sudah bersiap-siap untuk menyapa kita. Tidak terasa kita sudah mengalami banyak hal selama setahun ini dan akan mengalami banyak hal yang lain selama setahun berikutnya. Tidak terasa, tidak terasa.

Well, mungkin pemilihan kata ‘tidak terasa’ agak terlalu berlebihan. Tapi memang sesuatu terasa berjalan begitu cepat terutama ketika ia sudah sampai pada bagian akhir. Seperti waktu sekolah dulu, tepatnya saat malam perpisahan. Tidak terasa ya sudah tiga tahun kita bersama, rasanya baru kemarin kita dimarahi mbak mas panitia MOS. Yaa… kira-kira seperti itulah.

Nah, terkait masalah pergantian tahun ini, saya yakin sebagian besar diantara kita sudah punya rencana masing-masing untuk merayakannya dengan berbagai macam acara, baik bersama kekasih, keluarga, sahabat, atau bahkan orang yang belum Anda kenal, orang yang baru Anda temui di tempat Anda menghabiskan malam tahun baru. Ada juga sih yang tidak ikut merayakan, tentunya dengan berbagai alasan. Mungkin sakit, bokek, ataupun (ini yang paling menyedihkan) tidak punya teman untuk diajak merayakan.

new year, tahun baru, pesta, 2011

Lalu, bagaimana dengan saya? Apa yang saya rencanakan untuk malam tahun baru ini? Seperti yang sudah-sudah tahun sebelumnya, tidak ada. Entah kenapa saya tidak pernah larut dalam euforia pergantian tahun. Bagi saya, malam 31 Desember ya sama saja dengan malam-malam lain sepanjang tahun. Malam yang biasa, dihabiskan dengan biasa pula.

Satu-satunya perayaan tahun baru yang pernah saya alami terjadi waktu SMP, waktu kelas dua kalau tidak salah. Itu berarti pergantian tahun 2005 ke 2006. Waktu itu, saya diajak merayakan malam tahun baru bersama di salah satu rumah teman kami yang bernama Nashirin. Acaranya bakar-bakar ayam, lumayan juga. Dan itu mungkin jadi satu diantara sedikit malam tahun baru dimana saya terjaga sampai tengah malam, saat perhitungan waktu mundur dan pesta kembang api dimulai. Kalau waktu itu tidak diajak, mungkin pukul sepuluh malam saya sudah bermesraan dengan kasur, guling, dan bantal.

Pernah juga di malam tahun baru yang lain, kakak kedua saya datang ke rumah dan mengajak saya ke rumah kakak saya yang pertama. Waktu itu sih katanya mau keluar bareng. Ya saya nurut aja ngikut.

Ternyata, sampai di tempat, entah karena apa, kami tidak jadi keluar. Yang ada malah saya, pacar kakak saya, dan beberapa temannya hanya diam di rumah. Dengan ditemani soft drink dan beberapa camilan, kami menonton Spiderman 2 di bioskop… Trans TV. Ya, hanya begitu. Waktu itu saya agak cegek juga sih. Lha kalau cuma nonton bioskop Trans TV, satu hal yang selalu saya lakukan waktu malam tahun baru, ya ndak usah repot-repot dan jauh-jauh ke rumah kakak saya toh ya (rumah kakak saya di Rungkut dan rumah orang tua saya di Benowo), di rumah sendiri juga bisa. Apalagi, saya merasa terkucilkan karena meskipun sesekali diajak ngobrol, seringkali saya dikacangi oleh mereka itu yang tidak saya kenal dan obrolannya pun tidak saya mengerti.

Tapi memang dibalik hal buruk ada juga hal baiknya, kalau memang apa yang saya alami ini bisa disebut baik. Esok paginya (malam itu saya menginap), orang-orang pergi keluar semua, meninggalkan saya sendirian di rumah. Seharusnya saya merasa sedih, tapi nyatanya saya justru senang karena itu artinya saya punya kesempatan untuk menonton film syur yang malam sebelumnya saya lirik berada di tumpukan kaset DVD. Ya, sedikit nakal bolehlah ya. Hehe…

Jadi, begitulah tahun baruan ala saya. Nothing’s special, just sitting down in front of TV and watching Bioskop Trans TV. Malam nanti pun sepertinya akan tetap sama karena sampai saat ini belum ada lagi yang mengajak saya merayakan tahun baru.Eh, tunggu-tunggu, setelah tahun baruan waktu SMP itu memang tidak ada lagi yang mengajak saya merayakan tahun baru. Jadi, saya tidak pernah merayakan tahun baru karena memang tidak suka atau tidak punya teman (alasan tidak merayakan tahun baru yang tadi saya bilang paling menyedihkan) ya?(*)

Iklan
Saya, Malam Tahun Baru, dan Bioskop Trans TV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s