Dukung Web Muda dalam Berkompetisi Ya…

Masih ingat postingan saya yang berjudul Minggu Kompetisi? Setelah sukses memetik hasil yang manis dari PBC, lomba blog pertama saya, kini saya mulai fokus pada lomba blog yang lain. Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA, begitu bunyinya. Tapi, untuk lomba tersebut, saya tidak menggunakan blog ini, melainkan sebuah blog baru lagi (masih di WordPress, masih gratisan) yang saya namai Web Muda.

Lomba yang satu ini tantangannya berbeda dengan lomba yang sebelumnya dan jelas lebih sulit. Selain karena tingkatannya yang nasional -yang artinya saya musti bersaing dengan blogger muda se-Indonesia Raya, kompetisi yang diadakan oleh Kompas MuDA hasil kerjasamanya dengan Aqua ini cukup merepotkan saya dengan penilaian SEO-nya. Babak penyisihan awal yang memilih 200 besar nantinya akan dilakukan dengan pencarian melalui Google dengan kata kunci “Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA“. Dan saya benar-benar stress karena sampai saat ini blog yang saya akan ikutkan terdampar entah di mana pada halaman pencarian Google. Yah, semoga saja dalam waktu optimasi yang cukup singkat ini (deadline-nya tanggal 15 Februari) saya bisa mendapatkan keajaiban dari Allah SWT (as He has given to me before 🙂 ) dan bisa masuk 200 besar lalu mejadi juara. Amin.

Jadi nih ya… para pembaca, adek, kakak, mas, mbak, abang, oom, tante, ibu, bapak, encang, encing, paklik, bulik, pakde, bude, semuanya deh, mulai sekarang saya sangat-sangat menyarankan -bahkan memaksakan- agar Anda sering-sering berkunjung ke Web Muda dan share, tweet, maupun memberi saran atau kritik melalui komen dan tak lupa juga mendukung saya melalui doa. Semoga saja setiap yang Anda lakukan yang semakin mendekatkan saya pada gelar juara akan dibalas dengan pahala yang berlimpah oleh Tuhan Yang Mahaesa. Amin. Saya tunggu di Web Muda ya… (*)

Dukung Web Muda dalam Berkompetisi Ya…

Eksposur yang Tepat

Ada cerita tentang seorang profesor yang sedang mandi di sungai Cherwell di Oxford, di sebuah tempat yang disebut Parson’s Pleasure. Di situ, sudah umum orang mandi telanjang.

Saat sang profesor keluar dari sungai, sebuah sampan yang berisi para mahasiswi lewat. Sang profesor langsung menyambar handuknya dan mengikatkannya menutupi kepalanya.

***

Got it? Sebuah perspektif yang unik bukan? Bagaimana menurut Anda? Kisah ini saya ambil dari buku "Whatever You Think Think The Opposite" karya Paul Arden.(*)

Eksposur yang Tepat

100 Kata – Model Part Time

Aku kesel banget habis diketawain temen-temenku waktu aku cerita tentang pekerjaan baruku sebagai model part time. Masa kata mereka aku ketinggian ngayalnya.

Mereka juga ndak percaya waktu tak bilang gajiku ini gede. Mereka malah nanya-nanya. Mana buktinya? Kok kemana-mana pergi nggak pake perhiasan atau barang-barang mahal gitu?

Ah, daripada buat gaya-gayaan gitu, mendingan duitnya tak tabung, buat modal bisnis nanti. Lagipula, kalau terlalu mentereng, nanti bisa-bisa aku dirampok. Mending cuma dirampok, kalau diperkosa juga piye? Aku kan seksi.

Sudah ah, ngelantur. Aku mau pemotretan dulu sama majikanku di kamarnya, mumpung istrinya pergi. Eh, lingerie yang baru dia beliin dimana ya?(*)

 

100 Kata – Model Part Time

Blogger Sosialita

Manusia adalah makhluk sosial. Demikianlah yang kita pelajari di pelajaran Sosiologi. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial membuat manusia tidak akan mampu hidup sendiri. Karena itulah ada yang namanya proses sosialisasi. Di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang, pola sosialisasi pun mengalami perubahan. Sekarang, seseorang tidak perlu lagi keluar rumah untuk bersosialisasi. Cukup dari rumah, sekolah, atau kantor, seseorang sudah bisa berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai macam situs social media di internet seperti Facebook atau Twitter.

Lantas, bagaimana dengan blogger? Perlukah blogger bersosialisasi juga? Mengingat blogger juga manusia, jawabannya jelas iya. Tapi, selain melalui Facebook atau Twitter, blogger juga perlu bersosialisasi melalui komunitas blogger. Apa itu? Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Komunitas ini biasanya sering mengadakan kegiatan bersama, seperti misalnya kopi darat atau workshop tentang blogging.

Melalui komunitas blogger ini kita bisa mendapat banyak manfaat. Selain menambah teman dan sekaligus bisa membantu meningkatkan traffic blog kita, lewat komunitas ini kita bisa banyak berbagi atau bertukar informasi dengan blogger lain, baik itu informasi seputar tips dan trik blogging, info-info situs yang menarik, maupun info tentang sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan blogging.

Di Surabaya sendiri ada berbagai macam komunitas, namun, salah satu yang cukup terkenal adalah TuguPahlawan.Com atau lazim disebut TPC. Terbentuk mulai tanggal 10 November 2007, komunitas yang menyebut anggotanya The Heroes ini bertujuan untuk mewadahi blogger Surabaya maupun masyarakat umum yang ingin saling bertukar informasi tentang kota Surabaya sambil terus memasyarakatkan blog kepada para warganya.

Yak opo? Arek Suroboyo a? Duwe blog? Yo wis gak usah kakean mikir maneh, ayo ndang gabung nang TuguPahlawan.Com!(*)

Blogger Sosialita

Negara Pengekspor Pembantu

Seberapa sering Anda membaca atau melihat berita tentang TKW asal Indonesia yang disiksa atau berusaha kabur dari rumah majikannya di luar negeri? Cukup sering. Bukan satu dua kali kita membaca di koran atau melihat di televisi berita tentang TKW yang dipukuli, disundut rokok, disetrika, dan disiksa dengan berbagai macam perlakuan yang mengerikan lainnya oleh sang majikan. Anehnya, meskipun sudah sering diberitakan dan (katanya) ditanggapi oleh pemerintah, peristiwa ini masih terus terjadi.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang katanya disebut-sebut sebagai pahlawan devisa malah akhirnya terkesan hanya dieksploitasi oleh negara untuk mendapat pemasukan tanpa diimbangi dengan perlindungan yang menyeluruh. Beginikah nasib warga negara kita di negeri orang? Sungguh memprihatinkan. Lanjutkan membaca “Negara Pengekspor Pembantu”

Negara Pengekspor Pembantu

Kenalkan Diri ke Masyarakat, Himasika Gelar Berbagai Macam Kegiatan

Menjadikan Himasika ITS sebagai organisasi yang memiliki dasar keilmiahan dengan orientasi kedepan berupa pengabdian masyarakat.

Begitulah visi yang diusung oleh Julian Saputro, ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (Himasika) ITS, untuk masa kepengurusannya tahun ini. Ditemui kemarin Jumat (21/01), Julian bercerita sedikit tentang organisasi yang dipimpinnya tersebut. Dengan masih mengenakan baju koko usai sholat Jumat, Julian bercerita bahwa tujuan akhir yang ingin ia capai bersama organisasi ini nantinya adalah agar mahasiswa Fisika ITS nantinya mampu terjun langsung dan berkontribusi kepada masyarakat melalui langkah-langkah yang bersifat keilmiahan, sesuai dengan latar belakang mereka di bidang sains.

Pengabdian masyarakat memang menjadi perhatian utama bagi Julian. Dia menilai bahwa selama ini kiprah jurusan Fisika sendiri masih kurang begitu dikenal di masyarakat. “Kalau di (jurusan) Fisika, penelitian internal memang banyak, tapi untuk yang keluar masih kurang sekali,” tutur pemuda asal Bekasi ini. Penilaian inilah yang kemudian mendasarinya untuk membuat program-program kerja yang nantinya dapat lebih mengenalkan jurusan Fisika, khususnya ITS, kepada masyarakat luar.

Beberapa program yang dicanangkannya untuk mendukung visi tersebut antara lain program sukses PKM dan juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011 nanti. Kegiatan-kegiatan ini selain diharapkan mampu mendongkrak pamor jurusan Fisika, juga mampu memberikan nilai lebih kepada masyarakat.

Selain kepada masyarakat, Julian juga ingin meningkatkan citra jurusan Fisika dimata para pelajar dan juga mahasiswa lainnya. Hal tersebut berusaha diwujudkannya melalui beberapa kegiatan Himasika. Salah satunya, seperti yang kita tahu, adalah Physics Blog Competition yang sekarang sedang berlangsung sampai tanggal 23 Januari mendatang dan membidik kalangan pelajar SMA dan juga mahasiswa. “Kita ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Fisika itu tidak hanya berkutat dengan rumus, tapi juga bisa yang lain, misalnya masalah IT,” terang mahasiswa angkatan 2008 ini saat ditanya mengenai alasan penyelenggaraan lomba blog yang tahun ini diikuti oleh 86 peserta tersebut.

Melalui kegiatan yang berjalan sejak tahun 2010 tersebut, Julian berharap dapat menghimpun para mahasiswa, khususnya di ITS, yang memiliki minat terhadap blog. Julian yang mempunyai blog tapi mengaku bukan seorang blogger ini menginginkan nantinya setelah acara ini usai, para peserta dapat berkomunikasi lebih lanjut dan membentuk komunitas blogger yang setahu dia belum pernah ada di ITS.

Disamping lomba blog, dalam waktu dekat Himasika akan menggelar kegiatan yang diberi nama Gebyar Fisika 2011. Gelaran ini nantinya terdiri dari lima rangkaian acara, antara lain open laboratorium bagi siswa SMA, seminar nasional, olimpiade fisika SMA, olimpiade fisika SMP, dan juga Physics Colour Party. Acara yang terakhir disebut cukup unik. Berupa lomba mewarnai bagi anak TK, ajang tersebutlah yang nantinya akan digunakan oleh Himasika untuk mengenalkan fisika kepada anak-anak sejak dini. “Jadi nanti mereka kita kasih gambar-gambar tokoh fisika, misalnya Einstein atau Newton, untuk diwarnai,” ujar Julian. Selain itu, anak-anak tersebut akan diberi pengetahuan singkat tentang fisika melalui gambar-gambar dan media visual lainnya. Melalui cara-cara seperti ini, diharapkan anak-anak pun dapat mulai belajar mengenai fisika sejak dini. (*)

Kenalkan Diri ke Masyarakat, Himasika Gelar Berbagai Macam Kegiatan

Awas, Yang Gratis Tidak Selamanya Gratis!

Apakah Anda juga seorang pengguna fasilitas blog gratisan seperti saya? Kalau begitu Anda, dan saya, perlu waspada karena belum tentu yang gratis akan selamanya gratis. Simak saja kisah GeoCities, fasilitas blog gratisan dari Yahoo! Yang berapa tahun lalu akhirnya ditutup. Akibat kejadian itu, banyak blogger yang kehilangan blognya. Kalau dalam kehidupan nyata, seperti orang yang digusur rumahnya. Meskipun sampai saat ini WordPress masih adem ayem, resiko itu toh tetap ada dan mengancam kita.

Lantas, bagaimana solusinya? Pak Santoso, pemilik PT. Otak Kanan, menjelaskan bahwa yang paling aman adalah dengan memiliki domain dan hosting sendiri, tidak nunut di penyedia fasilitas blog gratisan. Langkah ini menurutnya adalah yang paling tepat. Apalagi, saat ini harga domain dan sewa hosting sudah tidak mahal lagi. “Sekarang seratus ribu saja sudah dapat domain kan,” tuturnya.

Tunggu, sebelum melangkah lebih jauh lagi, mungkin ada yang masih belum paham tentang istilah domain dan hosting. Oke, kita bahas dulu secara singkat ya. Mudahnya begini, kalau dalam kehidupan nyata kita tahu yang namanya tanah. Di atas tanah itulah nantinya kita mendirikan bangunan. Bangunan yang kita bangun tersebut pastinya punya alamat dong agar mudah dicari. Nah, kalau dalam dunia internet nih, tanah itu bisa diassosiasikan sebagai hosting, lalu bangunan sebagai blog/website kita, dan alamat adalah domain yang kita miliki. Bagaimana? Sudah paham? Sebeum lanjut, liat dulu deh video tentang domain ini:

Sebelum mulai memutuskan untuk membeli domain, Pak Santoso memberikan beberapa tips yang perlu diperhatikan. Tips tersebut antara lain:

–         Sebelum menentukan nama domain, lebih baik kita tahu dulu keinginan kita, mau dikenal seperti apa website kita nantinya. Apakah mau menggunakan nama kita sendiri, atau menggunakan nama maupun istilah-istilah yang unik

–         Kalau bisa, pilihlah domain yang pendek, jadi mudah diingat

–         Gunakanlah frase yang umum. Selain memudahkan untuk diingat, nama-nama yang umum juga akan mudah keluar di mesin pencari (Google, Yahoo!, dll.). Pak Santoso memberi beberapa contoh domain yang umum seperti misalnya desainweb.com, desainlogo.com, dsb.

Kalau sudah mempertimbangkan hal-hal di atas, baru kita bisa menentukan nama domain apa yang cocok kita pakai. Sudah menemukan nama domain yang cocok tapi ternyata sudah diambil orang? Jangan khawatir. Coba saja cari ekstensi yang lain. Misalnya, domain yang kamu inginkan, www.ikanbakar.com, sudah diambil orang, kamu bisa coba memakai www.ikanbakar.net atau www.ikanbakar.info. Jadi, kamu bisa tetap memakai nama domain yang kamu inginkan, bahkan harganya lebih murah. Memang sih, biasanya orang lebih mudah ingat domain yang berekstensi “.com”. Tapi, itu tidak masalah asalkan kamu bisa mempromosikan blogmu dengan baik.

Oh iya, satu hal yang perlu diwaspadai juga untuk urusan domain ini adalah masalah domain yang dipelesetkan. Hah, apaan lagi tuh? Domain yang dipelesetkan adalah domain yang hampir mirip dengan domain yang lain. Contohnya clickbca.com dengan clickabc.com. Biasanya pemilik domain yang pelesetan tersebut memanfaatkan kesalahan orang dalam mengetikkan alamat domain. Tujuannya bisa macam-macam, salah satunya untuk memperoleh traffic dengan mudah. Untuk hal ini, Pak Santoso memberikan tips tambahan, yakni dengan memilih domain yang unik dan kemungkinan salah ketiknya minim. Kalau perlu, nama domain yang mirip-mirip itu dibeli juga dan di-redirect ke domain aslinya. Misalnya Pak Santoso yang selain menggunakan domain otakkanan.com juga membeli domain otak-kanan.com untuk antisipasi agar orang tidak salah masuk website.

Nah, bagaimana? Sudah siap memiliki domain sendiri?(*)

Awas, Yang Gratis Tidak Selamanya Gratis!