Institut Teknologi Sebenarnya

Lain tetangga, lain pula tusukan teman lama yang polosnya luar biasa. “Kuliah dimana sekarang?” tanyanya. “Ehm… Jadi nggak enak nih nyebut-nya,” gaya saya agak sombong. “ITS dong bro!” jawab saya bersemangat. “Wah… ITS, pinter juga lu bro! Di Semarang nge-kos apa sama saudara?”.

Sepotong percakapan di atas saya ambil dari tulisan Bahtiar Rifai Septiansyah, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS, yang berjudul “Melawan Hegemoni ITB”. Tulisan tersebut dimuat di website ITS pada tanggal 12 April 2010.

Anda yang belum tahu ITS pasti biasa-biasa saja usai membaca tulisan di atas. Anda mungkin berpikir, apanya yang aneh, itu kan hanya percakapan biasa antara dua orang teman. Ya, memang hanya percakapan biasa. Yang salah adalah isi pembicaraannya. Perlu Anda tahu (bagi yang belum tahu) bahwa ITS itu adanya di Surabaya, bukan di Semarang, apalagi di Sorong, Papua.

Nah, Anda yang sikapnya tidak biasa-biasa saja, mungkin merasa geli, heran, atau bahkan tersinggung setelah membaca tulisan di atas, mungkin saja Anda sudah mengenal ITS. Loh, mengapa kok pakai “mungkin”? Coba Anda jawab dulu, menurut Anda, apakah kepanjangan dari ITS? Kalau jawaban Anda seperti ini: “Ah, kalau itu, semua orang juga tahu. ITS kan singkatan dari Institut Teknologi Surabaya,” maka saya rasa kata “mungkin” tepat untuk saya gunakan.

logo its

Nama ITS, terutama huruf akhirnya, memang kerap menimbulkan salah tafsir. ITS memang terletak di Surabaya, tapi huruf ‘S’ yang paling belakang itu bukanlah singkatan dari Surabaya, melainkan Sepuluh Nopember, satu hal yang sering salah dipahami oleh banyak orang.

Apalah arti sebuah nama, demikian kata Shakespeare. Saya pribadi kurang setuju dengan ungkapan tersebut. Justru, nama itu sangat penting. Coba Anda bayangkan setiap hari harus bertemu dan berinteraksi ratusan orang yang tidak punya nama. Pasti repot kan?

Lagipula, nama adalah doa. Doa dari si pemberi nama terhadap yang dinamai. Pernahkah Anda dengar ada orang yang menamai anaknya dengan nama-nama yang buruk atau berarti keburukan? Tentu tidak kan?

Begitupun dengan ITS. Nama Sepuluh Nopember tentu tidak asal comot begitu saja. Anda pasti tahu bahwa pada tanggal 10 Nopember 1945, terjadi pertempuran hebat melawan penjajah di Surabaya. Saking besarnya pertempuran ini, tanggal 10 Nopember sampai diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Semangat perjuangan inilah yang mendasari pemilihan nama perguruan tinggi ini. Untuk lebih lengkapnya, coba baca kutipan di bawah ini:

Nama perguruan tinggi tersebut dipilih dengan maksud supaya jiwa dan cita-cita 10 Nopember 1945 dipergunakan sebagai dasar oleh para mahasiswa. Pada jiwa 10 Nopember 1945 tersimpul tekad dan keikhlasan untuk berkorban bagi negara, serta dengan diiringi rasa persatuan dan semangat gotong-royong harus menjadi dasar bagi semangat mahasiswa. Dengan jiwa 10 Nopember diyakini bahwa para mahasiswa akan dapat menyelesaikan studi dengan memuaskan dan diharapkan dapat mencetak generasi muda yang berguna bagi nusa dan bangsa.

(Buku IPITS Mahasiswa Baru Tahun 2010/2011)

Nah, sudah mengerti kan makna dan alasan pemilihan nama Sepuluh Nopember? Semoga saja semangat dan harapan dibalik nama tersebut mampu menjiwai saya dan juga rekan-rekan mahasiswa lain dalam menempuh pendidikan di ITS ini bahkan sampai lulus dan terjun ke masyarakat. Amin…

Eh, ngomong-ngomong soal nama, saya ingin sedikit bercerita. Waktu saya mengikuti Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) yang diadakan oleh Hima Sthapati Arsitektur, jurusan saya, seorang pemateri sempat melontarkan sebuah guyonan. Menurutnya, di Indonesia ini ada dua institut teknologi, Institut Teknologi Sebenarnya dan Institut Teknologi Bohong-bohongan. Anda pasti tahu apa maksudnya. Tapi ini cuma guyonan lho ya, jangan dimasukkan hati.

Ehm… Tapi kalau disuruh memilih, Anda lebih memilih yang mana, yang sebenarnya atau yang bohong-bohongan? Kalau saya sih ya yang sebenarnya dong… (*)

Iklan
Institut Teknologi Sebenarnya

4 pemikiran pada “Institut Teknologi Sebenarnya

    1. benarkah? saya baru tahu lho. terima kasih infonya.
      tapi sebenarnya, sy tidak bermaksud memancing perdebatan mana yg lebih baik lho ya. soal S sm B itu kan hanya guyonan semata.

      salam blogger.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s