Belajar dari Doraemon

Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali…

Semua semua semua dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
Hai… Baling-baling bambu

La la la… Aku sayang sekali…
Doraemon…

Hayoo… Siapa yang tidak tahu Doraemon? Saya yakin, pasti tidak ada yang tunjuk tangan. Kalau ada, wah, bisa-bisa orang tersebut langsung dialienisasi oleh orang-orang lain disekitarnya. Bagaimana tidak? Hampir seluruh rakyat Indonesia Raya tahu dan kenal si robot kucing dari abad ke-22 ini.

Doraemon memang sudah seperti dedengkotnya kartun Jepang di Indonesia. Bayangkan saja, saya sudah nonton Doraemon sejak TK dan sampai sekarang kartunnya masih tetap tayang tiap minggunya. Yang saya herankan, dari jaman saya TK sampai sudah kuliah seperti sekarang ini, Nobita dan kawan-kawannya itu kok ya ndak naik-naik kelas, kelas empaa..t aja. Atau memang di Jepang sekolah cuma sampai kelas empat SD ya? Hehehe… Yah, namanya juga kartun.

Sebenarnya, dari dulu sampai sekarang, ceritanya Doraemon masih sama sih, ya begitu-begitu itu. Nobita yang sering dipermainkan oleh Giant dan Suneo meminta bantuan pada Doraemon. Lantas, Doraemon mengeluarkan alat canggih dari abad ke-22 dari dalam kantong ajaibnya untuk membantu Nobita. Ujung-ujungnya, Nobita juga yang kena batunya karena sering ceroboh dan egois memakai alat-alat doraemon. Ya begitu itu, simpel sih sebenarnya. Tapi yang membuat Doraemon menarik dan edukatif, selain alat-alatnya yang canggih, adalah pesan moral yang selalu diselipkan dibalik ceritanya. Mungkin itu yang membuatnya bisa tetap tayang sampai selama ini.

Kalau dipikir-pikir, tidak salah juga sih kalau Doraemon ini berasal dari Jepang. Alat-alat canggih dari abad ke-22 yang dimiliki Doraemon seakan mencitrakan kemajuan teknologi Jepang. Coba perhatikan, banyak sekali kan produk teknologi Jepang yang tersebar di seluruh dunia. Gampangnya, lihat saja mobil, motor, laptop, televisi, handphone, dan peralatan elektronik lain disekitar kita. Banyak yang bermerek Jepang kan? Dan juga, produk dengan merek Jepang sering diassosiasikan dengan kualitas, lebih-lebih kalau dibandingkan dengan produk dari negeri tetangganya, China. Makanya, kita sering dengar ada produk yang mengedepankan slogan seperti “merek asli Jepang lho”. Yah, semacam itulah. Penyebabnya, ya itu tadi, tidak hanya karena canggih, tapi juga karena kualitasnya yang mumpuni.

Dalam hal inovasi, Jepang pun bisa dibilang luar biasa. Bahkan, dari hasil browsing, saya menemukan sebuah teknologi terkini dari Jepang yang benar-benar mirip alat milik Doraemon. Terobosan itu adalah kaos instan. Ya, kaos instan. Cara pakainya pun sudah seperti mie instan. Awalnya, kaos ini bentuknya kecil, kira-kira sebesar telapak tangan. Tapi, setelah direndam dalam air, ia akan mengembang menjadi seukuran pakaian normal. Jadi, sekarang kita tidak perlu repot-repot membawa tas yang besar bila bepergian. Keren kan? Benar-benar mirip alatnya Doraemon. Lebih jelasnya, coba liat gambar-gambar di bawah ini:

Itu tadi hanya sebagian kecil contoh teknologi milik Jepang. Selain itu, tentu masih banyak lagi yang lainnya. Katakan saja kereta api Shinkansen, robot-robot canggih, dsb. Pertanyaannya adalah kapan Indonesia bisa menyusul Jepang dan membuat alat-alat Doraemonnya sendiri? Bagaimana, Pemuda?(*)

Sumber: http://apakabardunia.com/

Iklan
Belajar dari Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s