Awas Curanmor!

Diolah kembali dari http://mahasiswaarsitektur.wordpress.com/2012/06/01/awas-curanmor/
Transportasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini, terutama bagi mereka yang hidup di daerah perkotaan. Sayangnya, sarana transportasi massal yang ada di negeri ini sekarang rata-rata masih banyak yang belum bisa diandalkan. Oleh karenanya, banyak orang kemudian memilih untuk memiliki kendaraan pribadi untuk memenuhi kebutuhan transportasinya. Adanya kendaraan pribadi, entah itu mobil atau motor, tentunya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat urban yang kebanyakan memiliki mobilitas tinggi.

Sayangnya, akhir-akhir ini, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama di Surabaya, dilaporkan kembali marak. Terbayang bagaimana repotnya kalau sampai kendaraan kita menjadi sasaran pencurian ini. Bukan hanya mengalami kerugian materiil senilai kendaraan tersebut, kita juga pasti akan kerepotan dan banyak urusan kita yang mungkin jadi berantakan karena tiba-tiba saja mobilitas kita menjadi sangat terbatas. Tentunya kita perlu meningkatkan kewaspadaan agar nantinya kita tidak menjadi salah satu korban curanmor ini. Dalam postingan berikut ini, saya akan paparkan beberapa hal mengenai curanmor ini, bukannya untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan informasi yang semoga bisa membuat kita menjadi lebih berhati-hati lagi. Mari disimak!

Kendaraan lawas atau dalam kondisi kurang gress tidak luput dari sasaran pencuri.

Jangan salah sangka. Memiliki mobil atau motor keluaran lama tidak membuat Anda bisa mengurangi kewaspadaan. Bukan berarti kendaraan Anda sudah aman dari incaran pencuri hanya karena dalam anggapan Anda mereka lebih memilih untuk menggasak kendaraan yang lebih gress. Belum tentu.

Dalam banyak kasus, yang menjadi sasaran pencurian justru adalah kendaraan lawas. Hasil curian kendaraan lawas ini nantinya akan ‘dikanibal’. Maksudnya begini, penadah punya stok kendaraan bobrok yang sudah tidak bisa dipakai lagi, padahal surat-suratnya lengkap. Si penadah ini kemudian mencari orang yang bisa mendapatkan kendaraan dengan jenis yang sama. Nomor mesin dan nomor rangka kendaraan bobrok tadi lalu ditempel pada kendaraan hasil curian, membuatnya seolah-olah kendaraan yang surat-suratnya lengkap. Itulah yang dimaksud dengan ‘dikanibal’. Tapi misalnya barang yang didapat tidak sesuai dengan pesanan, biasanya hasil kejahatan tersebut langsung dilempar kepada penadah onderdil bekas atau ke daerah pelosok yang jarang dijangkau polisi.

Hati-hati para pemilik motor matic!

BIla diperhatikan, sekarang ini semakin banyak saja pengendara motor matic yang berseliweran di jalanan. Apalagi, para produsen motor sepertinya bertambah gencar memproduksi & mempromosikan jenis motor yang sekarang sudah banyak sekali macamnya ini. Alhasil, permintaan pasar terhadap spare part motor matic ini pun otomatis melonjak. Barangkali, hal inilah yang melatarbelakangi tingginya angka curanmor terhadap kendaraan jenis matic akhir-akhir ini, terutama di Surabaya. Selain motor matic, yang sering dilaporkan hilang untuk kendaraan roda empat adalah mobil jenis pikap atau van. Untuk kendaraan jenis ini, motifnya kemungkinan rata-rata ya untuk dikanibal tadi.

Meskipun dua jenis kendaraan tadi mencatat angka kejahatan tertinggi, bukan berarti pemilik kendaraan jenis lain lantas bisa ongkang kaki bersantai-santai begitu saja. Kasus yang melibatkan kendaraan jenis lain toh tetap ada walaupun jumlahnya mungkin tidak sebanyak motor matic atau pikap. Jadi, seperti kata Bang Napi: Waspadalah! Waspadalah!!!

Tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, dilaporkan kasus curanmor di Surabaya ditemui paling banyak di area pemukiman sebanyak 22 kasus, disusul jalan umum (12 kasus), pertokoan, & tempat parkir masing-masing 3 kasus. Artinya, tidak ada tempat yang benar-benar aman. Kalau tempat parkir yang jelas-jelas dijaga saja masih bisa kecolongan, apalagi tempat yang tanpa penjagaan.

Selain itu, ramai atau tidaknya situasi suatu tempat juga sudah tidak bisa lagi dijadikan patokan. Daerah yang sepi sudah pasti lebih rawan. Namun, daerah yang ramai pun tidak sepenuhnya lepas dari resiko. Masalahnya, sekarang para pelaku curanmor sudah memiliki perangkat khusus dalam beroperasi. Bahkan, perangkat ini biasanya telah disesuaikan dengan jenis kendaraan sasarannya. Misalnya untuk motor matic merek Yamaha Mio, maka alat yang digunakan adalah alat khusus untuk jenis kendaraan tersebut. Untuk motor atau kendaraan jenis lain, alat yang digunakan pun akan berbeda lagi. Dengan begitu, aksi mereka dapat dilakukan dengan mudah dalam hitungan detik saja. Alhasil, beroperasi di tempat ramai sekalipun bukan lagi menjadi masalah karena para pelaku dapat melarikan diri dengan cepat. Bahkan, bagi orang yang tidak memperhatikan, mereka ini mungkin saja dikira pemilik motornya sendiri yang menyalakan kontak.

Tips mengantisipasi curanmor

Karena saya bukan orang yang tahu banyak perkara ini, berikut saya berikan beberapa link ke website yang memberikan tips yang bermanfaat terkait curanmor yang bisa Anda simak.

http://humaspoldametrojaya.blogspot.com/2009/08/tips-mencegah-curanmor-roda-dua.html

http://blog.qitanet.com/tips-mencegah-pencurian-kendaraan-dan-merakit-pengaman-motor-sederhana.html?lang=id#more-428

http://www.jgmotor.co.id/tips-menghindari-curanmor/

Ronny Fauzi (*)

Awas Curanmor!