Hujan dan Efeknya Pada Mahasiswa (Seperti Saya)

Seri Balada Maba

Dalam beberapa hari belakangan ini sepertinya cuaca di Surabaya sedang kurang bersahabat. Hujan yang tidak bisa dikategorikan ringan terus turun setiap harinya. Waktunya pun tak tentu, bisa pagi, siang, sore, atau bahkan malam dan dini hari.

Efek yang timbul pun langsung terasa (banget): BANJIR. Meskipun tempat tinggal saya tidak ikut tergenang, area dekat-dekat situ terkena banjir yang lumayan parah. Sialnya, daerah-daerah korban banjir tersebut adalah daerah yang selalu saya lewati untuk menuju ke kampus. Dan karena banjir, saya harus mengambil jalan memutar yang lumayan jauh. Sangat jauh. Otomatis, durasi perjalanan saya pun jadi molor semolor-molornya. Sekedar catatan, jadwal kuliah saya selama seminggu adalah jadwal kuliah pagi, rata-rata jam 7. Paling siang jam 9. Bisa Anda bayangkan kan nasib saya? Bahkan, gara-gara banjir, saya pernah sampai telat lebih dari setengah jam. Untungnya, dosen saya datangnya juga telat. Selisih kedatangan kami hanya beberapa menit, jadi saya pun aman masuk kelas. Kadang-kadang saya bersyukur mempunyai dosen yang suka telat seperti beliau, terutama saat saya juga telat. Hehehe…

Masalah cuaca ini, selain mendatangkan banjir, ternyata juga mendatangkan efek baik bagi saya lho. Sering turunnya hujan membuat hawa jadi adem-adem nentremake ati. Karena itu, entah mengapa, beberapa hari ini kualitas tidur saya jadi maknyos sekali. Saya merasa enaaak banget tidurnya. Paling tidak, hal ini bisa jadi semacam hiburan buat saya yang setelah masuk arsitektur jadi sering ngelembur dan kehilangan banyak waktu tidur.

Jadi, cuaca buruk tidak selalu buruk. Banjir dimana-mana ditukar dengan kualitas tidur yang baik (entah pertukaran itu bisa disebut adil atau tidak). Eh, tunggu-tunggu, kan kalo tidur saya nyaman saya jadinya keenakan tuh, terus akhirnya males bangun, buntutnya kesiangan juga. Berarti, ujung-ujungnya buruk juga dong. Ah, bodo amat lah. Dipikir aja entar dalem mimpi. *menepuk-nepuk bantal dan bersiap mengambil posisi tidur*.

Iklan
Hujan dan Efeknya Pada Mahasiswa (Seperti Saya)

Kabur Dari Kehidupan Perkotaan

Akhir minggu lalu mungkin cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, lha wong akhir minggu lalu termasuk long weekend. Kebetulan hari Jumat lalu bertepatan dengan Hari Raya Waisak dan ditetapkan  sebagai hari libur nasional. Maka, tidak heran kalau momen tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk berlibur atau kegiatan  menyenangkan yang lain.

Saya pun punya kegiatan tersendiri. Ya, sesuai judul, saya kabur dari kehidupan perkotaan. Saya pergi ke Bojonegoro, mengunjungi saudara saya yang habis melahirkan. Sebenarnya, melahirkannya minggu sebelumnya sih, tapi baru sempat mengunjunginya kemarin ini. Ya sudah, daripada tidak sama sekali kan?

Lanjutkan membaca “Kabur Dari Kehidupan Perkotaan”

Kabur Dari Kehidupan Perkotaan